Daftar Buku Karya Ashin Kheminda

logo_dbs_square.png
Dhammavihari
11 Feb 2026

“Kekukuhan Ajaran di Nusantara baru dapat terwujud bila semua kitab suci (Kanon Pāli beserta Komentarnya) sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.” Demikianlah keyakinan dari Ashin Kheminda, seorang biku kelahiran Semarang yang ditahbiskan pada tahun 2004 di Myanmar.

Ashin Kheminda adalah lulusan terbaik ITBMU, Myanmar, tahun 2008 yang tidak pernah berhenti berkarya. Sosok yang memperkenalkan ke Indonesia model pengajaran dan pembelajaran secara terstruktur yang hanya berdasarkan pada Tipiṭaka dan Kitab Komentar ini, sejak tahun 2016, telah menghasilkan 36 buku baik Abhidhamma maupun Suttanta.

Daftar Buku Karya Ashin Kheminda

Manual Abhidhamma

  1. Bab I - Kesadaran
  2. Bab II - Faktor-Faktor-Mental
  3. Bab III - Serbaneka
  4. Bab IV - Proses Kognitif
  5. Bab V - Terbebas dari Proses
  6. Bab VI - Materi
  7. Bab VII - Kategori-Kategori Vol. 1
  8. Bab VII - Kategori-Kategori Vol. 2
  9. Bab VIII - Kondisi-Kondisi
  10. Bab IX - Subjek-Subjek Meditasi

Pariyatti Sāsanā

  1. KAMMA: Pusaran Kelahiran & Kematian Tanpa Awal
  2. Penjelasan Suttanta – 1
  3. Penjelasan Suttanta – 2
  4. Penjelasan Suttanta – 3
  5. Penjelasan Suttanta – 4
  6. Ovādakathā (Kumpulan Ceramah yang Berisikan Nasihat) Volume 1
  7. Ovādakathā (Kumpulan Ceramah yang Berisikan Nasihat) Volume 2
  8. Ovādakathā (Kumpulan Ceramah yang Berisikan Nasihat) Volume 3
  9. Buddhavaṃsa (Garis Silsilah Para Buddha) - Bab 1: Ratanacaṅkamanakaṇḍa

Cerita Bergambar (Komik)

  1. Sejarah Abhidhamma
  2. KAMMA
  3. Parābhava Sutta
  4. Āsīvisopama Sutta

Terjemahan Tipiṭaka dan Komentarnya

  1. Majjhimapaṇṇāsapāḷi—Gahapativagga II.1 (MN 51-60)

    Lima Puluh Diskursus yang di Tengah—Kelompok Diskursus untuk para Penghuni Rumah

  2. Majjhimapaṇṇāsapāḷi—Bhikkhuvagga II.2 (MN 61-70)

    Lima Puluh Diskursus yang di Tengah—Kelompok Diskursus untuk para Rahib Laki-Laki

  3. Majjhimapaṇṇāsapāḷi—Paribbājakavagga II.3 (MN 71-80)

    Lima Puluh Diskursus yang di Tengah—Kelompok Diskursus untuk para Pengembara Fakir

  4. Mūlapaṇṇāsapāḷi—Mūlapariyāyavagga I.1A (MN 1)

    Lima Puluh Diskursus yang di Akar—Kelompok Diskursus tentang Akar

  5. Mūlapaṇṇāsapāḷi—Mūlapariyāyavagga I.1B (MN 2-4)

    Lima Puluh Diskursus yang di Akar—Kelompok Diskursus tentang Akar

  6. Mūlapaṇṇāsapāḷi—Mūlapariyāyavagga I.1C (MN 5-9)

    Lima Puluh Diskursus yang di Akar—Kelompok Diskursus tentang Akar

  7. Mūlapaṇṇāsapāḷi—Mūlapariyāyavagga I.1D (MN 10)

    Lima Puluh Diskursus yang di Akar—Kelompok Diskursus tentang Akar

  8. Mūlapaṇṇāsapāḷi— Sīhanādavagga I.2A (MN 11-12)

    Lima Puluh Diskursus yang di Akar—Kelompok Diskursus Auman Singa

  9. Mūlapaṇṇāsapāḷi— Sīhanādavagga I.2B (MN 13-20)

    Lima Puluh Diskursus yang di Akar—Kelompok Diskursus Auman Singa

  10. Dhammapada II. A

    Yamakavagga – Buddhavagga

  11. Latar Stanza Dhammapada II. A

    Yamakavagga – Buddhavagga

  12. Dhammapada II. B

    Sukhavagga – Brāhmaṇavagga

  13. Latar Stanza Dhammapada II. B

    Sukhavagga – Brāhmaṇavagga

Karya-karya Ashin Kheminda ini menunjukkan dedikasi besar dalam pelestarian dan penyebaran ajaran Buddha Theravāda. Melalui pendekatan sistematis yang selalu mengacu pada kitab suci baik dalam bentuk buku akademis, ceramah, komik, maupun terjemahan Tipiṭaka. Beliau memberikan kontribusi penting bagi perkembangan Buddhadhamma di era modern khususnya di Nusantara.

Buddhasāsanaṃ ciraṃ ṭiṭṭhatu

(Semoga ajaran Buddha bertahan lama)

Sādhu ... sādhu ... sādhu.

(Propagasi DBS, 11 Februari 2026)

Posting Serupa